Selamat Datang!!

Bagi yang berhasil menemukan blog ini, berarti antum sampai di hati saya, dimana semua kata yang tak pernah terucap dan semua rasa yang tak pernah tersingkap, ditulis, dalam sajak yang sederhana, dan harap bijaksana dalam melihat ini semua.....
by : Havid Aqoma KHoiruddin

Kebenaran tak selamanya masuk akal


Kadang kenyataan di luar akal manusia
Manusia hanya bisa berprasangka
Tapi Allah yang menentukan semuanya
313 kaum muslimin yang sederhana melawan 1000 kaum kafir bersenjata lengkap
Bukankah nalar kita akan berpikir
Kaum kafir menang dan kaum muslimin kalah
Tapi
Kebenaran tak selamanya masuk akal
Karena semua kebenaran absolut hanya datang dari Allah
Jika akal yang selalu dipakai
Maka kita akan gentar dengan segala musuh
maka kesalahan akan menjadi pembenaran
untuk berpaling dari ketentuanNya
memang kebenaran tak selamnya masuk akal
mereka disana sudah membuktikan
mereka menang
bukan karena jumlah tentara
bukan pula kecanggihan dan kelengkapan alat perang
tapi mereka bersama Allah
dimana semua kebenaran bersumber padaNya
dan Allah akan memberikan kemenangan termanis buat hambaNya
yang datang tanpa mereka duga

puisi dari Havid Aqoma K, terinspirasi dari tugas resume Perang Badar PPSDMS NF

Sungguh Indah Ukhuwah

Sungguh indah namanya ukhuwah
Ia ibarat sebuah tubuh
saling melengkapi
saling menasehati
saling melindungi
kala jalan dunia ini begitu menyedihkan
ukhuwah datang membawa indahnya senyuman
kala jalan dunia ini begitu gundah
ukhuwah datang membawa kabar kebahagiaan
kala jalan dunia ini begitu putus asanya
ukhuwah datang membawa kebersamaan dalam berjuang
kala jalan dunia ini begitu penat
ukhuwah datang membawa angin kesejukan
Ya Allah....
indahnya ukhuwah
ibarat penghibur akan surga
dalam penjara dunia saat ini
walau harus habis darah ini untuk berjuang dalam agama-Mu
aku mohon tetapkanlah aku dalam kebersamaan ukhuwah yang indah ini
kebersamaan akan penderitaan cobaan yang tiada ujungnya
hingga telapak kaki ini menginjak surga bersama
amin

Rembulan di wajahmu

sekelebat ku lihat wajah mu
seakan ku lihat rembulan
seakan lebih indah dari rembulan
seakan bulan pun malu bersandingan
ku kira rembulan tenggelam di wajahmu
sayang ya
ku pun malu tuk menatap wajahmu
terlalu indahnya
terlalu melenakannya
membuat sangat sangat takut
jika memang Sang Pemilik Cinta ini belum ridha
ku hanya bisa bersabar
hingga tiba saatnya
mendoakan mu dalam diam
tanpa kata
hanya hati
hanya harap cinta sejati

Sandiwara Cinta

Sandiwara cinta sungguh mempesona
Diri ini menjadi berbeda
Diri menjadi tak berdaya
Memang cinta hanya sandiwara
Sekedar tipuan di wajah
Elakan pandang di mata
Kikir kata di bibir
Seakan tubuh kompak kan memendam rasa
Memang cinta hanya sandiwara
Sandiwara yang kan ada tamat ceritanya
Saat cinta kepada-Nya bersenandung
Saat cinta yang halal di jalan-Nya telah berlangsung
Kan ku bersabar memainkan sandiwara ini
Hingga selesai suatu saat nanti
Saat cinta sejati itu mulai menari-nari
Maka kan indah dan elok di pandang hati
Dibawah naungan ridho Illahi........

Ku Nanti Hingga Batas Takdir

Kadang cinta tak bisa di tebak
Hati juga tak bisa di kira
Bagaimana besarnya cinta yang ada di hati ini
Hingga meluap-luap
Tumpah ruah menjadi lautan yang dalam
Ku takut
Benar-benar takut rasanya
Takut besarnya cintaku ini
Meneggelamkan ku hingga membuat hilang jiwa raga ku
Membungkam ku hingga membuat hilang suara ku
Mendekap ku hingga akhirnya ku tak mendapatkan mu
Ku takut kehilangan artinya cinta sejati itu
Dimana semua cinta adalah karena Ilahi
Ku harap itulah cinta kita
Cinta yang diridhoi-Nya
Cinta yang dikasihi-Nya
Cinta yang dirahmati-Nya
Membuat siapa pun akan bahagia dengan cinta-Nya
Namun apalah daya ku
Yang tak mampu mengubah sang waktu
Tinggalah menunggu sang waktu pada saatnya
Dan ku disini
Hanya bisa menanti di batas takdir
Takdir akan kebersamaan kita
Takdir akan kebahagiaan kita
Bersama selamanya

by : Havid Aqoma Khoiruddin