kau dan aku
dulu dalam detik detik waktu
terus berdetak dan berdetak
mengitari jam dinding tiada henti
bagai jarum detik dan menit
selalu bertemu dalam suatu titik dan titik
terus berulang
namun hanya seperti waktu
menjadi hal-hal yang biasa
tapi akhirnya waktu mengajari sesuatu
kau dan aku
sekarang dalam lingkaran langit
kita bersama-sama berjalan
namun mengitari kehidupan yang berbeda
tak tahu kapan perlintasan pertemuan itu
dalam suatu titik seperti dulu
inikah yg disebut perpisahan
akhirnya waktu mengajari rindu
dalam detak-detak yg terpisah
bait-bait kenangan pun menyesal
sebab detak-detak pertemuan dulu terlalu singkat
hampir tanpa makna
akhirnya kini
hanya doa-doa yang terangkai indah layaknya bintang-bintang
berharap takdir akan mengubah
lintasan-lintasan takdir insan manusia
membuat suatu perlintasan yg tidak singkat
dimana momentum membuat kita berjalan bersama
menjalani lintasan yang sama
agar kenangan dapat tergores indah
dalam kertas-kertas waktu yang tersisa
dengan pena kebahagiaan
dan kebersamaan
by : havid Aqoma Khoiruddin
by : havid Aqoma Khoiruddin



0 komentar:
Posting Komentar